Pada 18 April 2026, Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) menyelenggarakan seremoni wisuda untuk angkatan ketiga program “Happy Digital X: Cities, Systems, Products and Services” (HDX). Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan forum bertajuk “The Power of AI: Transforming Sustainable Enterprises and Entrepreneurship”.

Program HDX yang dirancang oleh Tsinghua SEA bekerja sama dengan Tsinghua Shenzhen International Graduate School (Tsinghua SIGS). Program ini diluncurkan pada 12 Desember 2025 dengan menggunakan model pembelajaran hibrida, secara daring dan luring. Dirancang khusus untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara, program ini menghadirkan pengajar dari institusi kelas dunia, seperti Tsinghua University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan berfokus pada kepemimpinan sistemik dengan memanfaatkan teknologi digital—seperti ICT dan Big Data—untuk meningkatkan keberlanjutan perkotaan. Hingga saat ini, program HDX telah melatih lebih dari 150 peserta lintas sektor, yang sebagian besar berasal dari Indonesia dan Asia Tenggara.

Peserta dan Pembicara Utama
Kegiatan ini mempertemukan sejumlah pemimpin terkemuka dari kalangan pemerintah,
akademisi, dan industri, antara lain:

● Meutya Hafid: Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia
● Aju Widya Sari: Direktur Ekosistem AI dan Teknologi Baru, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia
● M. Riza A. Damanik: Wakil Menteri Kewirausahaan, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia
● Vivi Yulaswati: Wakil Menteri Urusan Ekonomi dan Transformasi Digital, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia
● H.E. Zhang Zhisheng: Konsul Jenderal, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar
● Cherie Nursalim: Co-Chair Tsinghua SEA dan Co-Founder United in Diversity (UID)
● Sir Gordon Duff: Ketua Dewan Manajemen, Tsinghua Southeast Asia Foundation
● Tantowi Yahya: Presiden, United in Diversity Foundation
● Liu Bibo: Direktur Tsinghua Southeast Asia Center (Tsinghua SEA) dan Asisten Dekan PBC School of Finance, Tsinghua University
● Pakar Akademik dan Industri: Profesor Victor Chan (Tsinghua SIGS); Amit Gupta (Pendiri, Ecosystm Group); Dr. Peter D. Finn (CEO, Synectify); Donald Tirtaatmadja (Direktur Teknologi, AWS Indonesia); Shobi Lawalata (Direktur Eksekutif, Tsinghua SEA); Muhamad Yopan (Kepala Sektor Publik, AWS Indonesia); dan Philip Setiadi (Direktur Negara, Stanford Seed Indonesia).

Wawasan dari Forum

Regulasi dan Strategi
Dalam pidato utamanya, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengapresiasi upaya Tsinghua SEA serta menegaskan pentingnya inisiatif pendidikan seperti program HDX dalam membentuk pemimpin masa depan yang mampu merancang solusi teknologi dengan menempatkan manusia dan komunitas sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa regulasi kecerdasan artifisial (AI) yang kuat dan bertanggung jawab merupakan kebutuhan mendesak saat ini, seraya menyampaikan bahwa Indonesia tengah memfinalisasi Peta Jalan Nasional AI dan Kerangka Etika AI. Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan AI harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Vivi Yulaswati selanjutnya memaparkan strategi transformasi digital Indonesia dengan menekankan bahwa kemitraan yang kuat antara dunia akademik dan industri merupakan kunci untuk meningkatkan literasi AI serta memperkuat integrasi ekosistem digital secara menyeluruh.

Peran Manusia dalam Kecerdasan Artifisial (AI)
Prof. Liu Bibo menyampaikan bahwa meskipun AI tengah membentuk ulang dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, hasil akhirnya tetap ditentukan oleh manusia, bukan oleh teknologi semata. Ia menekankan bahwa kepemimpinan, ketajaman dalam mengambil keputusan, dan tujuan yang jelas merupakan faktor penting untuk memastikan teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan hal tersebut, M. Riza A. Damanik menegaskan bahwa masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu menerapkan teknologi dengan prinsip dan kreativitas, khususnya untuk memberikan manfaat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.

Kewirausahaan Berkelanjutan
Dalam sesi diskusi panel, Amit Gupta, Peter Finn, dan Donald Tirtaatmadja membahas bagaimana kecerdasan artifisial (AI) dapat memberdayakan teknologi hijau serta mendorong kewirausahaan berbasis misi (mission-driven entrepreneurship). Mereka menyoroti peran AI dalam menciptakan nilai sosial jangka panjang serta mendorong pertumbuhan yang adil dan berkelanjutan di tengah lanskap global yang semakin kompetitif.

Pencapaian Peserta dan Penutup Acara

Peserta HDX angkatan ketiga mempresentasikan prototipe proyek yang dikembangkan bagi pemangku kepentingan di dunia nyata, antara lain:
● Pertanian Regeneratif: Mendukung sebuah perusahaan sosial di Bali dalam memanfaatkan perangkat digital untuk menghubungkan komitmen keberlanjutan korporasi dengan praktik pertanian regeneratif.
● AI untuk Pendidikan Tinggi: Solusi berbasis kecerdasan artifisial (AI) serta smart chatbot bagi sebuah universitas di Malaysia untuk mengintegrasikan data akademik dan meningkatkan tata kelola institusi.

Dalam sambutan penutupnya, Sir Gordon Duff menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Indonesia di kawasan. Ia mendorong para lulusan untuk memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki guna menciptakan dampak sosial yang nyata, serta membayangkan masa depan di mana AI menghormati budaya, melindungi lingkungan, dan mendorong perdamaian serta kemakmuran global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *